Jadi Sarjana

Senyum sumringah merekah yang kulihat diwajah orangtua ku dikala anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan mengobati lika-liku selama nyelesaiin skripsi. "Alhamdulillah yaAllah" dalam hatiku.

Nah, setelah wisuda apakah perjalanan hidup berakhir? No! justru ini adalah awal mula nya.

Ketika seseorang bertanya padaku sebuah pertanyaan lumrah yang mungkin untuk sebagian orang pertanyaan ini adalah pertanyaan"horor", dan jawabanku pun tak kalah "horor" dikala pertanyaan itu terlontar dari bibirnya yang manis. Pertanyaan apa itu Far? Baca sampai habis baru menyimpulkan tulisan ini yah Friends.

IMG_0419

"Farah mau kerja dimana setelah tamat kuliah?"

jengjengggggg

Nahhh buat kamu yang saat ini mungkin masih dalam proses belajar mengajak di bangku perkuliahan, terlebih lagi di semester awal, ini ga akan jadi sebuah momok. Apalagi yang saya tau, mahasiswa semester awal masih cenderung masuk ke tahap penyesuaian diri pasca lulus dari bangku sekolah menengah atas (Karena saya merasa begitu hehe).

"Bapak itu nyebelin kalii, segini banyaknya dikasinya kita tugas wee", "Duh YaAllah, lupa lho aku hari ini ada kuis", dll. Keluhan semacam ini lumrah dan rasanya bikin para mahasiswa gabisa bebas untuk mengerjakan apa yang mereka suka diluar perkuliahan

Lalu pertanyaan lain pun muncul....

"Untuk apa kita mengenyam pendidikan formal dari Taman Kanak-Kanak hingga duduk di bangku perkuliahan menuju Strata-1 atau bahkan Strata-2 dan seterusnya?"

Jawabanku pun pasti sama seperti yang ada di benakmu, untuk mendapatkan ilmu far, supaya kehidupan kita lebih baik. Kalau pun nantinya jadi ibu rumah tangga, tetap harus berilmu, apalagi kalau mau kerja, "supaya" posisinya makin bagus, dan gajinya makin besar. Bukan begitu? atau kamu punya opini yang berbeda?

Tapi ternyata, ada fakta yang tidak semua orang ketahui saat ini bahwa nasibmu tidak hanya ditentukan dari sekolah setinggi-tingginya, tapi ada banyak faktor lain yang menentukan juga.

Berdasarkan berita yang saya telusuri di internet, kira-kira inilah yang saya temukan

untuk wordpress 1

Sumber : http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/06/153940126/agustus-2017-jumlah-pengangguran-naik-menjadi-704-juta-orang

untuk wordpress 2

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/11/06/angka-pengangguran-di-indonesia-bertambah-10000-orang

Memang, kalau ditarik data lebih banyak, kita akan menemukan lebih banyak lagi. Tapi bukan itu poin utama yang ingin saya tuliskan di postingan saya kali ini.

Bicara soal opini, semua orang punya sudut pandangnya masing-masing, termasuk saya. Back to the main case, jawaban "horor" yang akhirnya saya lontarkan ketika pertanyaan diatas sampai ke telinga saya adalah

"Saya mau fokus ke bisnis aja kak/bu/bang/dek/pak/*say?/ hehe"

dan lanjutan komentarnya tidak kalah sengit

"HAH??? duhh sayang kali far, mahal mahal kuliah, jalur mandiri lagi, bukannya SE nya dipake buat kerja malah dianggurin aja"

Dan berhubung saya tipe orang yang engga suka terlalu banyak berdebat, saya cuma balas dengan SENYUM PALING MANIS. Kaya apasih senyum manisnya? pokoknya manis lha, bisa bikin hati abang berdebar-debar *plakkkk

Tapi yah, kalau si penanya bener-bener mendesak ingin pertanyaannya diberi jawaban, akhirnya dengan senyum paling manis kembali, saya kasi jawaban ini ke dia

"Ya soalnya di bisnis yang saya jalanin, masih banyak jenjang karir yang saya belum dapatkan. Toh juga kalau saya kerja belum tentu dapet lebih dari yang saya dapetin sekarang. Apalagi Fresh Graduate (dan ngomong dalem ati mengingatkan lagi dari artikel yang saya kutip diatas + apalagi yang ga ada dekingnya *nahh ini rahasia umum walaupun tidak semuanya ), kalau kemaren ngerjain bisnisnya sambil kuliah bisa dapet jutaan bahkan lebih dari pegawai, insyaAllah bisa lebih produktif lagi ngerjainnya"

btw, 2 baris statement saya yang tadi itu tamparan keras banget buat saya pribadi.

Sementara waktu saya mungkin bisa saja saya luangkan untuk mencari pekerjaan diluar sana, disaat itu pulalah waktu yang saya luangkan itu sungguh sangat berguna untuk perkembangan bisnis yang saya jalani saat ini. Kalau yang dibahas adalah untuk cari pengalaman, emmmm rasanya kita bisa dapat banyak pengalaman dari apa saja lho.

"Oooh iya la kalau farah kan uda enak, uda jalanin dari kapan tau, kalau yang baru mulai pasti susah" Dengan nada maklum

Sejujur hati, saya memang sudah berencana untuk punya bisnis setelah kuliah, walaupun jujur saya gatau bisnis macam apa yang akan saya buka waktu saya pertama kali kepikiran hal ini. Ternyata Allah Maha Baik, kesempatan ini diberikan ke saya 4 tahun dari waktu yang tentukan.

Justru merasa bersyukur sekali karena memutuskan untuk "Mencoba" dari waktu itu. Terukirlah journey bahwa si Farah jalanin bisnis dari zaman kuliah. Menjalani suka duka dalam membangun bisnis yang dipandang sebelah mata buat sebagian orang. Dan betapa bahagianya saya, semakin kesini semakin saya merasa pilihan yang saya pilih ini tepat sekali.

Allah yang lebih paham kondisi MakhlukNya dan mungkin Allah bilang, kasian si farah kalau kerja, kurus dia nanti wkwkwkw

Kita, manusia, akan selalu saja menemukan alasan untuk menerima hal yang kita anggap baik. Tentu, kita juga akan mudah saja menemukan alasan untuk menolak hal yang kita anggap tidak baik

Well, tidak ada maksud hati saya untuk menyinggung pihak manapun dan tidak ingin diri ini menggurui siapapun. Ini murni memang ungkapan hati yang diubah menjadi berbentuk tulisan saja.  Semua hal tentu punya sisi baik dan buruk. Namun, melihat apa yang tidak dilihat banyak orang memang tidak semudah itu, kamu mungkin akan memahami apa yang tidak kamu lihat itu setelah kamu merasakan dan mulai melihat perbedaan dan mulai membandingkan. Contohnya? memilih mengerjakan bisnis dengan konsisten sedari kuliah

Saat ini, ketika saya semakin meyakini bahwa saya harus fokus menjalani apa yang sudah saya yakini, tantangan itu semakin besar di depan mata. Hey! tapi tahukah kamu? dari pekerjaan yang saya geluti saat ini, saya semakin melihat bahwa ada banyak orang diluar sana yang membutuhkan kita, KITA ternyata adalah anugrah untuk orang yang lainnya.

Mulailah saya melihat, status masa depan saya "menjadi seorang istri dan ibu" butuh perjuangan lebih. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan diri ini. dan Alhamdulillah, setidaknya saya punya waktu untuk mempelajari hal-hal yang mungkin bisa habis ketika saya menggantikan status sarjana saya menjadi pekerja.

Mulailah saya melihat, jika jalan yang saya pilih adalah menjadi pekerja, ternyata Allah berikan saya tim yang berstatus seorang Pekerja, yang mendedikasikan waktunya  di kantor dan bisa dipindahkan kapan saja oleh bos, ternyata punya keinginan untuk memilih hidup yang lebih baik. Dan masih banyak kisah lainnya yang akan panjang sekali kalau saya ceritakan disini

Oh ya, itu artinya, jika saya malah memilih untuk berpaling, saya mungkin akan menjadi kategori orang yang tidak bersyukur. Mungkin dilain hari ketika mereka yang ingin mendapatkan hidupnya lebih baik bersama saya akan saya ceritakan kisahnya menjadi sebuah tulisan juga. Agar semakin terangkailah kisah hidup yang terlihat biasa saja ternyata bisa dijadikan cerita indah dan berubah menjadi sebuah karya.

Hidup ini indah, jika kita menyikapinya dengan bijak.

Life is too short, hidup adalah pilihan. Karena orang-orang yang kita sayangi tidak akan menunggu terus untuk kesuksesan yang kita raih. Saya dan Kamu, pasti punya definisi sukses yang berbeda. Definisi suksesku? ketika saya punya banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal bermanfaat (dan sesuai keinginan hati saya tentunya), bermanfaat untuk orang lain, punya kebebasan finansial dan bahagia dunia akhirat. Aamiin. Rincian kebebasan finansialnya? haha nanti kamu juga tahu sendiri dari cerita-cerita ku, dan dari apa yang akan saya buktikan.

Salam hangat untukmu teman, dariku si Sarjana Ekonomi muda yang memutuskan untuk tidak menjadi pegawai.

DSC_0301

Auditorium USU, Selasa 21 November 2017

 

 

No comments:

Post a Comment

Pages