Umur 23 Tahun, apa spesialnya?

Mendalami sebuah makna dalam usia bukan hanya tentang angka. Secara acak, tulisan ini pun sebenarnya bersifat "absurd" dan mengalir begitu saja (mengingat akhir-akhir ini kalau nulis, selalu ada hubungannya dengan brand wkwk) Just ENJOY!.

Eniwey, omong-omong soal usia, siapa disini yang sebayaan sama Farah, ada? hahaa tos kita sama. Tepatnya 16 Mei 2019 lalu, sah sudah menginjakan kaki di usia 23. Nothing's so special. Dulu tuh kalau sudah judul nya ulangtahun, rasanya pengen mata dunia hanya tertuju pada saya seorang. Karena apa? karena si Farah lagi ulangtahun, setdah masa ga ngerti juga??!

Apalagi nih ya, kalau masih ngomongin usia dibawah 20, kalau gapunya Doi rasanya juga kaya ada yang kurang, kriyep-kriyep gimanaaa gitu yah hahaa. Nah Nah Nah, Orientasi hidup kian berubah semenjak masuk ke usia yang sekarang ini. Let me tell you this.

Ada masa dimana kita akan dihadapkan di situasi yang ga selamanya kita itu diatas. Akan selalu ada masalah menghampiri, entah itu dari luar, atau dari dalam diri sendiri. Salah satu alasan si Farah memperkuat diri di dunia literasi adalah, too much things in her head, yang kadang-kadang gabisa dituangkan melalui video atau sekedar omongan. Literasi membuat perasaan yang kadang engga karuan ini jadi lebih tercurah dan rasanya jadi more intimate gitu. Boleh juga kamu katakan, blog ini awalnya dibuat sebagai "Diary ONLINE" , tapi seiring berjalan waktu, dengan ke-sok-sibukan diri ini, diri ini kadang ga inget buat kasi me time untuk diri nya sendiri.

Kamu itu Introvert kaya aku ga sih? eh eh, intovert yang aku maksud disini adalah, dia yang bakal termotivasi, tergerak untuk melakukan apapun mostly bukan karena pengaruh dari luar, tapi kebanyakan karena keputusan dari dirinya sendiri. Kalau iya, lagi-lagi kita harus TOS wkwk. Diri ini sesungguh-sungguhnya penentu, mau kemana sih abis ngerjain ini, ini dan ini?

23 tahun, makin dihadapkan dengan "Rate Raced" yang konon katanya tidak akan ada habisnya. "Farah kapan NIKAH?" , "Farah kapan begini?" dan berbagai pencapaian hidup yang commonly dicapai seseorang dalam hidup. Oke, 2017 kemarin masih teringat di kepala, tuntutan untuk LULUS KULIAH SECEPATNYA. Karena apa sodara-sodara? karena mumet kalau lama lulus, uang kuliah jalan terus (secara masuknya jalur mandiri), tahun 2018 dan tahun ini harus saya akui, tahun-tahun banyak perbaikan. Perbaikan diri, perbaikan bisnis, pendewasaan. Dan hype aku untuk kerja sepertinya (bukan lagi sepertinya, emang harus) wkwk, kudu DITAMBAH BANGET.

Nah, jadi apasih inti threat super absurd si Farah kali?

Intinya adalah, mau jadi apapun kita, tetap bakalan ada aja gitu ya yang bakal komentar dan memberi tuntutan. Walau mereka sungguh berlepas tangan setelahnya. Mereka ga akan bener-bener nuntut kita untuk ngewujudin, atau malah jika itu ngarah ke hal negatif dan malah nge-down kan diri ini, mereka yaa woles ga akan bertanggung jawab untuk membuat diri ini jauh lebih baik. DIRI INI NAHKODANYA

Kadang, sudah merasa melakukan hal-hal terbaik di dalam hidup, bukan berarti apa yang dilakukan sudah benar semua. Kesalahan malah bener banget bisa mendewasakan kita.

Usia boleh terus bertambah, prestasi, kaji diri, taqwa pun kudu nambah seiring bertambahnya usia itu. Berikutlah dengan angka penghasilan, kudu nambah seiring usia itu juga.

kalau kalian? apa wish kalian di usia yang sekarang ini?

 

 

sekian......

Farah Rodiah Rouni

yang sedang dalam pelukan ingin memberi kenyamanan pada pembaca walau kamu gabakal nyaman-nyaman juga. BHAY!

manage-yourself-quote-03

No comments:

Post a Comment

Pages